·ÉËÙÖ±²¥

Mencari Keberkahan Lewat Usaha Bingkai Foto

Mencari Keberkahan Lewat Usaha Bingkai Foto

Devteo Mahardika - detikJabar
Sabtu, 27 Apr 2024 06:30 WIB
Usaha bingkai foto yang ditekuni Bobi
Usaha bingkai foto yang ditekuni Bobi (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Cirebon -

Berbagai cara dilakukan sejumlah warga Cirebon demi mendapatkan keberkahan dalam menjalankan usaha. Sekalipun dari usaha kecil bingkai foto.

Hal itulah yang dilakukan oleh Bobi. Pria 40 tahun ini membuka usaha padat karya berupa kerajinan bingkai foto, kaligrafi dan cermin.

Usaha dilakoni Bobi di Jalan Sukalila, Kota Cirebon. Sudah sejak lama, kawasan tersebut menjadi sentra perajin bingkai foto. Setiap kios di sepanjang ruas jalan ini memberikan banyak pilihan berbagai macam karya ciamik untuk mempercantik ruangan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bobi merupakan pemilik toko Joko Tole. Toko ini sudah berdiri sejak tahun 2006 lalu. Bobi menjual berbagai macam karya mulai dari bingkai foto, kaligrafi dan cermin.

"Kios ini sudah ada dari tahun 2006, kalau di sini sih lumayan banyak ada bingkai foto, cermin, sama kaligrafi," ujar Bobi saat membuka perbincangan dengan detikJabar, Jumat (26/4/2024).

ADVERTISEMENT

Bobi punya cara tersendiri dalam menjalankan usahanya. Tak hanya cuan yang dicari, Bobi pun mencari keberkahan dalam usaha yang ditekuninya.

Salah satu cara yang dilakukan adalah memberikan gratis bingkai foto bagi orang-orang yang hafal sejumlah surat-surat Al Quran seperti surat As Syamsi, Ad Dhuha dan doa shalat Dhuha.

"Kalau ada yang hafal surat Al Quran, As Syamsi, Ad Dhuha dan doa shalat Dhuha akan kami berikan bingkai foto gratis ukuran 10 R," kata dia.

Tentunya, untuk bisa mendapatkan bingkai gratis ini bukan hanya hafal surat-surat tertentu sebagai ketentuan. Melainkan juga bingkai gratis ini berlaku hanya untuk beberapa orang yang usianya mulai dari 0-20 tahun saja.

Usaha bingkai foto yang ditekuni BobiUsaha bingkai foto yang ditekuni Bobi Foto: Devteo Mahardika/detikJabar

"Kenapa kami batasi usianya, karena kami ingin anak-anak di Cirebon lebih dekat dengan agama. Karena Cirebon ini kan tanahnya Wali jadi ya untuk edukasi juga buat mereka kalau ingin mendapatkan sesuatu harus melalui proses juga karena enggak ada yang instan," bebernya.

Ia mengaku, cara ini sudah sejak lama digunakan oleh kios miliknya, tepatnya sejak tahun 2019 yang lalu. Awal terinspirasi ide ini karena ingin mencari keberkahan melalui cara berbagi menggunakan cara-cara yang positif.

"Cara begini kan udah dari 5 tahun yang lalu, kebanyakan yang dapetin bingkai foto gratis dari cara ini anak-anak SMP sampai SMA," tuturnya.

Tidak cukup satu, ia juga akan memberikan potongan harga bingkai foto bagi ibu hamil. Karena ia ingin memberikan kenangan-kenangan untuk anak yang dilahirkan dari rahim ibu-ibu yang sedang hamil.

"Sudah puluhan tahun saya buka usaha ini dan saya yakin enggak akan miskin ketika kita berbagi," ujarnya.

Suka Duka Bobi Usaha Bingkai

Menekuni usaha bingkai foto tak hanya manis yang dirasakan Bobi. Pahit pun pernah dirasakan oleh pria tersebut.

Dia mengaku, awal mula membuka usaha tersebut hanya bermodalkan uang RP 2 juta. Namun, tekad kuat yang dijaga Bobi membuat usahanya mulai berkembang perlahan.

Usaha bingkai foto yang ditekuni BobiUsaha bingkai foto yang ditekuni Bobi Foto: Devteo Mahardika/detikJabar

"Awalnya saya punya uang Rp2.000.000 sama modal nekad aja sih, alhamdulillah setelah dua tahun usahanya mulai berkembang," ucapnya.

Dua tahun sejak pertama kali buka, hasil karya yang diciptakan Bobi laku keras. Dalam sehari, saat itu diamampu memproduksi 50 sampai 100 buah bingkai foto, cermin dan kaligrafi.

"Permintaan dulu paling banyak dari pelanggan saya mayoritas dari Cirebon sama Kuningan," paparnya.

Namun saat ini, persaingan usahanya kian ketat. Sehingga dia hanya mampu membuat 5 sampai 10 buah bingkai foto, cermin maupun kaligrasfi.

"Berkurangnya produksi karena sekarang sudah banyak yang buka usaha semacam ini juga di beberapa wilayah di Cirebon," terangnya.

Walaupun demikian, tidak mengurangi perolehan omzet usahanya. Ia mencatat jika di rata-rata dalam sebulan masih bisa mendapatkan omzet sebesar Rp30 - Rp40 juta sebulan.

Pasalnya, ia juga saat ini menjual hasil seni padat karya yang satu ini secara online di beberapa platform marketplace.

"Bersyukur banget sekarang kan sudah bisa juga dijual secara online, kalau di rata-rata sebulan masih bisa dapat omzet Rp30 - Rp40 juta," kata dia.


Berita ·ÉËÙÖ±²¥Lainnya
Sepakbola
detikFood
detikFinance
detikNews
detikHot
detikHealth
Wolipop
detikOto

Hide Ads