PSIM Jogja mulai bersiap menyongsong perhelatan Liga 1 musim depan. Direktur Utama Yuliana Tasno mengungkap pihaknya bergerak begitu Liga 2 rampung.
Perempuan yang akrab disapa Liana itu menuturkan, manajemen bergerak mempersiapkan diri baik dari segi penyusunan tim, pendanaan, maupun administrasi lainnya.
"Jadi persiapannya tidak ada yang libur kami. Jadi setelah dapat piala kami langsung pulang langsung berpikir cari uang karena ini bagaimana sudah Premier League, bukan Liga 2 lagi," ucapnya saat dihubungi wartawan, Selasa (15/4/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liana melanjutkan, proses lisensi Laskar Mataram, julukan PSIM, telah diurus dan hampir rampung. Sejumlah syarat club licensing seperti legalitas keuangan, infrastruktur, administrasi, dan pembinaan pemain muda.
"Kalau dari manajemen itu kami 90 persen sudah dapat licensing-nya karena yang lain-lain udah dipersiapkan jadi kami tinggal dikit lagi," ungkapnya.
"Klub licensing-nya udah approve dari PT. LIB selaku yang memegang approved klub. Jadi kami udah benahi administrasinya dengan baik," tambah Liana.
Lalu, untuk perbaikan venue pertandingan, Liana mengaku sedang membuka koordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Terus persiapan dari kami untuk gambaran urusan venue lagi dikoordinasikan dan dipersiapkan dengan kami," ujar Liana.
Hampir Rampung Ramu Komposisi Tim
Liana menambahkan, kerangka pemain Naga Jawa, sebutan lain PSIM, hampir selesai.
"Kalau dari pemain itu kerangkanya kayaknya sekitar 80 persen sudah tersusun dengan baik," tuturnya.
Namun, Liana enggan membocorkan nama-nama pemain yang masuk ke dalam incaran PSIM, baik pemain lokal maupun asing.
Liana menjelaskan, perekrutan pemain semua di bawah koordinasi dari manajer. Kemudian untuk jajaran pelatih PSIM musim depan juga sudah komplet.
"Kalau teknis tim dengan Razzi (manajer tim). Kalau tim kepelatihan sepengetahuan saya sudah komplet ya kayaknya, Razzi (bilang) udah komplet," imbuh dia.
(apu/dil)
Komentar Terbanyak
Respons Roy Suryo Dilaporkan Jokowi hingga Relawan
Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis Sejumlah Sekolah di Jogja Berhenti
Klarifikasi Bibit Terlapor Kasus Mafia Tanah Mbah Tupon Bantul