·ÉËÙÖ±²¥

Diserang Israel Jadi Momen Terburuk Hidup Sutradara No Other Land

Dicky Ardian - detikPop
Senin, 28 Apr 2025 12:59 WIB
Basel Adra, Rachel Szor, Hamdan Ballal dan Yuval Abraham saat memenangkan Piala Oscar. (Foto: Getty Images/Mike Coppola)
Jakarta -

Sutradara asal Palestina, Hamdan Ballal, angkat suara soal pengalaman kelam yang bikin heboh pada 2025. Orang di balik dokumenter No Other Land yang sukses membawa pulang Oscar itu jadi korban serangan brutal dari pemukim Israel.

Momen mencekam ini berujung pada penangkapan dirinya oleh otoritas Israel, sebelum akhirnya dia dibebaskan pada 25 Maret 2025. Semua ini terungkap setelah rekannya, Yuval Abraham, ramai-ramai mengabarkan soal hilangnya Hamdan sehari sebelumnya.

Sekarang, lewat sebuah tulisan opini di The New York Times, dikutip pada Senin (28/4/2025), Hamdan Ballal buka-bukaan tentang kejadian yang dia sebut sebagai, momen terburuk dalam hidupnya.

"Saya bisa dengar istri serta anak-anak saya menjerit dan menangis, memanggil saya sambil meminta para lelaki itu pergi. Kami sama-sama berpikir saya bakal dibunuh. Saya takut membayangkan apa yang bakal terjadi ke keluarga saya kalau saya mati," tulis Hamdan Ballal dalam kisahnya.

Serangan ini terjadi di Desa Susiya, Tepi Barat, saat Ramadan. Awalnya, Hamdan Ballal niatnya mau dokumentasiin suasana setelah dapat info ada potensi serangan pemukim. Namun, begitu kerumunan makin chaos, dia milih cabut dan balik ke rumah.

Sampai rumah, Hamdan Ballal melihat ada seorang pemukim bersama dua tentara mendekat. Dengan sigap, dia suruh istri dan anak-anaknya masuk rumah dan kunci pintu. Namun, nasib berkata lain.

Hamdan Ballal bilang, dia dianiaya habis-habisan di luar rumah.

"Mereka memukuli dan maki saya, ngeledek saya sebagai, 'Pembuat film pemenang Oscar'. Pistol sempat ditancapkan ke tulang rusuk saya, kepala dipukul dari belakang, dan pas saya jatuh di tanah, saya ditendang dan diludahi," ungkapnya.

Setelah kejadian brutal itu, Hamdan Ballal diborgol, matanya ditutup, lalu dibawa ke pangkalan militer. Dia harus menghabiskan berjam-jam di tanah dalam keadaan mata tertutup, sebelum akhirnya dibebaskan esok paginya.

Menurutnya, meski terdengar brutal, hal yang dialaminya tak seberapa dibanding korban lain.



Simak Video "Video Beda Pernyataan Israel dengan Kesaksian Atas Penyerangan Hamdan Ballal"

(dar/pus)
Berita Terkait
Berita ·ÉËÙÖ±²¥Lainnya
detikNews | Selasa, 29 Apr 2025 22:53 WIB
detikFood | Selasa, 29 Apr 2025 17:30 WIB
detikTravel | Selasa, 29 Apr 2025 22:05 WIB
Wolipop | Selasa, 29 Apr 2025 19:00 WIB
detikSport | Selasa, 29 Apr 2025 21:11 WIB
detikHealth | Selasa, 29 Apr 2025 20:16 WIB
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
Selasa, 29 Apr 2025 22:00 WIB
Rabu, 30 Apr 2025 00:30 WIB
Selasa, 29 Apr 2025 22:30 WIB
Selasa, 29 Apr 2025 13:00 WIB
Selasa, 29 Apr 2025 22:00 WIB
Selasa, 29 Apr 2025 23:00 WIB